BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas Kecerdasan Buatan yang ditugaskan selama
dua minggu. System pakar merupakan cabang dari salah satu mata kuliah
kecerdasan buatan.kami juga dalam proses membuat Implementasi yang
terwujud aplikasi berbentuk desktop atau pun website. Dalam kontek yang
lebih lanjut system pakar sulit dikembang karena sudah terpaku pada system yang
sudah ada.
1.2 Rumusan Masalah
Dari
makalah Sistem pakar timbul pertanyaan-pertanyaan:
1.Apa itu System Pakar itu?
2.Bagaimana cara kerja System Pakar?
3.Untuk apa system pakar?
4.Alasan
menggunakan sistem pakar
5. Ciri-ciri
sistem pakar
6.
kelebihan dan kekurangan sistem pakar
1.3 Tujuan Penulisan:
Dalam
Makalah ini terdapat berbagai tujuan antara lain:
1.Pembaca dapat mengetahui Sistem Pakar secara lebih
detail.
2.Penulis dapat memenuhi tugas
3.Pembaca dapat menilai isi makalah Sistem Pakar ini
1.4 Manfaat penulisan:
Beberapa
manfaat makalah system Pakar ini antara lain:
1.Untuk penambah wawasan bagi pembaca.
2.Sebagai referensi dalam kaitan-Nya dengan Sistem Pakar.
3.Untuk acuan dalam pelaksanaan implementasi Sistem Pakar
PEMBAHASAN
2.1.
Defenisi Sistem Pakar
Pakar
adalah orang yang memiliki pengetahuan,penilaian,pengalaman,metode khusus,
serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan
masalah. Misalnya seorang dokter, penasehat keuangan, pakar mesin mobil, dll.
Kepakaran
(expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang
diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan
membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat
daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai
sifat berjenjang,pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada junior.
Sistem
pakar adalah : sistem yang berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelasaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Sistem
pakar diciptakan tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar tetapi
memasyarakatkan pengetahuan dan pengalaman pakar tersebut. Tujuan dari sebuah
sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki oleh seorang
pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain (nonexpert).
Bentuk
umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan
yang menganalisis informasi ( biasanya diberikan oleh pengguan suatu sistem)
mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah
tersebut.
Sistem
pakar memberikan banyak keuntungan bagi operasi perusahaan dan manajer, tetapi
memiliki keterbatasan significan. Artificial intelliegence merupakan suatu
aktivitas untuk menyediakan berbagai mesin seperti komputer dengan menampilkan
perilaku dengan penalaran yang cerdas apabila diamati sebagai manusia
artificial intelliegence menyajika berbagai aplikasi komputer yang canggih
untuk menyamai berbagai jenis penalaran manusia.
SP
dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI tahun 1960-an. SP yang pertama
adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon.
Pengertian Sistem Pakar Sistem pakar atau Expert
System adalah program yang berisi pengetahuan manusia atau bertingkah laku
seperti manusia expert (manusia pakar) yang pada aplikasinya membantu
menyelesaikan masalah – masalah didunia nyata. Metode yang digunakan
adalah dengan menggunakan sekumpulan rule atau kaidah yang didapat dari pakar,
lalu dijadikan pertanyaan – pertanyaan untuk mendapat solusi atau kesimpulan.
Berikut
ini beberapa pengertian sistem pakar menurut beberapa orang ahli:
1. Menurut William Stubblefield dan George F. Lugger (1993),
menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu program yang dapat menirukan seorang
pakar.
2. Menurut E. Fraim Turban (1992), menjelaskan bahwa sistem
pakar adalah sebuah program yang mengkomputerisasikan laporan yang mencoba
untuk menirukan proses pemikiran dan pengetahuan dari pakar – pakar dalam
menyelesaikan masalah.
3. Menurut Garratano dan Riley (1989), menjelaskan bahwa
sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru
kemampuan seorang pakar.
Ciri – ciri Sistem Pakar
Sistem
Pakar memiliki ciri – ciri :
1)
Terbatas pada domain keahlian tertentu.
2)
Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.
3)
Dapat mengemukakan rangkaian alasan – alasan yang diberikan dengan cara yang
bisa dipahami.
4)
Berdasarkan aturan atau rule tertentu.
5)
Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap agar bisa menghasilkan
informasi yang lebi baik dan akurat.
6)
Pengetahuan dan mekanisme penalaran jelas terpisah.
7)
Keluarnya bersifat anjuran.
Bentuk Sistem pakar :
-
Berdiri
sendiri. Sistem bentuk ini merupakan s/w yang berdiri sendiri tidak tergabung
dengan s/w lain.
-
Tergabung. Sistem ini
merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvesional)
-
Menghubungkan
ke s/w lain. Bentuk ini biasanya merupakan SP yang menghubungkan ke suatu paket
program tertentu .
-
Sistem
mengabdi. Sistem ini merupakan bagian dari komputer khusus yang digabungkan
dengan suatu fungsi tertentu.
KEUNTUNGAN SISTEM PAKAR
Sistem
Pakar memiliki beberapa keuntungan, yaitu :
1.
Memungkinkan
orang awam bisa mengerjakan pekrjaan orang ahli
2.
Menyederhanakan
pekerjaan dan meningkatnya efesiensi kerja
3.
Bisa melakukan
proses secara berulang secara otomatis
4.
Menyimpan
pengetahuan dan keahlian para pakar
5.
Meningkatkan
output dan produktivitas
6.
Menigkatkan
kualitas
7.
Mampu mengambil
dan melestarikan keahlian para pakar
8.
Mampu
beroperasi dalam lingkungan berbahay
9.
Memiliki
kemampuan untuk mengakses pengetahuan
10. memiliki
realibilitas
11. meningkatkan
kapabilitas system computer
12. memiliki
kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung
ketidakpastian.
13. Sebagai media
pelengkap dan pelatihan
14. Meningkatkan
kapabilitas dalam menyelasaikan masalah.
15. Menghemat waktu
dalam mengambil keputusan.
Kelemahan Sistem Pakar
Disamping
memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa
kelemahan,yaitu :
1.
Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
2.
Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar
dibidangnya.
3.
Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.
2.2 TEORI
SISTEM PAKAR
Tiap-tiap orang mempunyai keahlian masing-masing yang
mungkin satu orang dengan yang lainnya mempunyai keahlian berbeda, tergantung dari
pengetahuannya masing-masing, ada yang ahli kimia, fisika, komputer, dokter dan
lain sebagainya. Komputer dapat diprogram untuk berbuat seperti orang yang ahli
dalam bidang tertentu. Komputer yang demikian dapat dijadikan seperti konsultan
atau tenaga ahli di bidang tertentu yang dapat menjawab pertanyaan dan
memberikan nasehat-nasehat yang dibutuhkan. Sistem demikian disebutdengan
Sistem Pakar (Expert System). Sistem
ini dapat digunakan untuk bidang yang tertentu seperti misalnya mendeteksi
penyakit, menganalisis kimia dan lain sebagainya. Sistem Pakar ini sangat
berguna disebabkan masih langkanya orang yang berkualifikasi dalam bidang
tertentu.
A. Salah satu sistem pakar yang
pertama adalah MACYSMA yang digunakan untuk tugas matematika.
B. Sistem pakar yang lainnya diantaranya
adalah MYCIN untuk mendiagnosa penyakit infeksi pada darah,
C. CADUCEUS untuk mendeteksi
penyakit.
D. PUFF untuk mengukur fungsi dari
paru-paru,
E. PROSPECTOR digunakan
untuk memberikan nasehat dalam eksplorasi mineral,
F. XCON yang digunakan perusahaan DEC
untuk menggambarkan konfigurasi dari sistem komputer bagi para
langganannya,
G. DENDRAL
untuk mengidentifikasikan struktur molekul suatu komposisi kimia dan lain
sebagainya. Untuk mengembangkan sistem pakar, harus diciptakan terlebih dahulu
suatu knowledge base atau dasar pengetahuan yangdibutuhkan oleh aplikasinya. Suatu
knowledge base terdiri dari kumpulan data tertentu untuk permasalahan yang
spesifik dan aturan-aturan bagaimana memanipulasi data yang tersimpan tersebut.
Berbeda dengan database biasa ,knowledge base mungkin dapat juga terdiri dari
asumsi-asumsi.
Kepercayaan-kepercayaan,
pendugaan- pendugaan dan metode-metode heuristic (heuristic merupakan
metode pemecahan masalah yang biasanyadilakukan secara trial and error atau
secara rule of thumb). Untuk membuat knowledge base perencanaan sistem harus
bekerja sama atau meminta nasehat dari ahli di bidangnya. Orang yang
menciptakan sistem pakar disebut dengan knowladge engineer
I. KONSEP DASAR SISTEM PAKAR
Konsep
Dasar Sistem Pakar mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain :
siapa
yang disebut pakar ?
apa
yang dimaksud dengan keahlian?
bagaimana
keahlian dapat ditransfer dan bagaimana sistem bekerja..?
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian,
pengalaman, metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam
memberi nasihat dan memecahkan masalah. Pakar biasa memiliki beberapa konsep
umum.
Pertama, harus mampu memecahkan
persoalan dan mencapai tingkat performa yang secara signifikan lebih baik
dari orang kebanyakan.
Kedua, pakar adalah relatif. Pakar
padasatu waktu atau satu wilayah mungkin tidak menjadi pakar di waktu atau
wilayah lain. Misalnya,mahasiswa kedokteran mungkin disebut pakar dalam
penyakit dibanding petugas administrasi, tetapi bukan pakar di rumah sakit
terkemuka.
Biasanya
pakar manusia mampu melakukan hal berikut :
Mengenali dan merumuskan persoalan, Memecahkan
persoalan dengan cepat dan tepat, Menjelaskan solusi tersebut, Belajar
dari pengalaman, Menyusun ulang pengetahuan, Membagi-bagi aturan jika
diperlukan, Menetapkan relevansi Keahlian adalah pengetahuan ekstensif yang
spesifik terhadap tugas yang dimiliki pakar.Keahlian sering dicapai dari
pelatihan, membaca, dan mempraktikkan. Keahlian mencakup pengetahuan
eksplisit, misalnya teori yang dipelajari dari buku teks atau kelas, dan
pengetahuan implicit yang diperoleh dari pengalaman.
Pengembangan sistem pakar dibagi menjadi dua generasi.
Kebanyakan sistem pakar generasi pertama menggunakan aturan jika-maka untuk merepresentasikan
dan menyimpan pengetahuannya.
Sistem pakar generasi
kedua jauh lebih fleksibel dalam mengadopsi banyak
representasi pengetahuan dan metode pertimbangan.Pengalihan keahlian dari
para ahli ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi
pada orang yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses
ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari para ahli atau
sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan (ke komputer), inferensi
pengetahuan, dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar.
II. Alasan Penggunaan Sistem Pakar
Terdapat
beberapa alasan bagi suatu perusahaan untuk mengadopsi sistem pakar :
a) Pakar di suatu
perusahaan/instansi bisa pensiun, keluar, atau telah meninggal .
Suatu aplikasi
sistem pakar dapat di perbanyak dan disebarluaskan dengan mudah dan cepat. Hal
ini berarti telah memperbanyak jumlah pakar dan memperluas jangkauan aksesnya.
b)
Pengetahuan
perlu di dokumentasikan atau di analisis.
Penyimpanan data-data pengetahuan kedalam database dengan
lengkap dan terperacaya menyebabkan informasi yang dibutuhkan bisa di akses
dalam jangka waktu yang cukup lama.
c) Sistem
pakar memungkinkan pengetahuan ditransfer lebih mudah dengan biaya lebih
rendah.
Sehingga seseorang yang berkonsultasi dengan sistem
tersebut seolah-olah berkonsultasi dengan pakar aslinnya.
d) Sistem pakar
dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan berbagai lokasi.
Efesiensi waktu, namun sistem atau orang biasa/awam yang terlibat
di dalamnya bekerja layaknya seorang pakar.
e) Secara
otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan seorang pakar.
f)
Seorang pakar mahal dan langka
Efesiensi kerja, karena sistem biaya yang dikeluarkan
untuk perancangan , implementasi dan perawatan (maintenance) sistem pakar
relatif lebih murah dan tidak mengenal sifat lelah/lupa dll. Hal ini berimbas
pada meningkatnya produktivitas dan kinerja perusahaan.
III. KOMPONEN SISTEM PAKAR
Dalam
membangun sistem pakar dipengaruhi oleh beberapa komponen, yaitu :
1)
Basis Pengetahuan ( Knowledge Base) Knowledge base merupakan inti program
dari sistem pakar yang berisi representasi pengetahuan yang didapat dari
seorang pakar. Komponen ini tersusun dari fakta yang berupa objek dan kaidah
atau Rule yang merupakan informasi tentang cara bagaimana membangkitkan fakta
baru dari fakta yang sudah ada.
2)
Mesin Inferensi ( Interfence Engine) Mesin inferensi merupakan bagian yang
mengandung mekanisme fungsi berpikir dan penalaransistem yang digunakan oleh
seorang pakar, secara dedukatif mesin inferensi memiliki pengetahuan
yangrelevan dalam rangka mencapai kesimpulan. Dengan demikian sistem ini dapat
menjawab pertanyaan pemakai. Mesin inferensi memulai pelacakannya dengan
kaidah – kaidah dalam basis pengetahuan danmenggunakan fakata – fakta yang ada
dalam basis pengetahuan.
Ada
2 teknik yang menjadi dasar untuk pembentukan mesin inferensi, yaitu
:
Forward Chaining Forward Chaining
adalah
sebuah metode pelacakan kedepan, dimana diawali dari fakta – faktayang
diberikan
user kemudian dicari dibasis pengetahuan lalu dicari rule yang
sesuai dengan fakta fakta.
Setelah
itu diadakan hipotesa untuk memperoleh kesimpulan.Pencocokan fakta atau
pernyataandimulai dari bagian sebelah kiri. Dengan kata lain, penalaran dimulai
dari fakta terlebih dahulu, laludicari rule yang sesuai dengan fakta – fakta
yang diberikan untuk menguji kebenaran hipotesa.
Backward
Chaining Backward Chaining
adalah
suatu teknik pelacakan yang dimulai dari sekumpulan kesimpulan,lalu hipotesa
yang diinginkan, kemudian dengan mempergunakan kaidah – kaidah yang ada akan
dicarisejumlah besar kondisi awal fakta – fakta yang mendukung kaidah – kaidah
tersebut. Pencocokan faktaatau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan.Dengan
kata lain, penalaran dimulai dari kesimpulan, lalu hipotesa terlebih dahulu,
dan untuk menguji kebenaran hipotesa tersebut harus dicari rule yang sesuai, lalu fakta yang ada
dalam basis pengetahuan.
Antar Muka Pemakai (User Interface)
User
interface merupakan bagian sistem pakar yang berfungsi sebagai penghubung antar
pemakai (user ) dengan sistem pakar, agar suatu program sistem pakar dapat
dimanfaatkan oleh pemakaidiperlukan sebuah penghubung yang bertindak sebagai
seorang konsultan dengan pemakai. Pada bagianinilah dialog antara pemakai
dengan sistem pakar terjadi, dimana sistem pakar akan
memberikan pertanyaan dan pemakai akan menjawab. Pertanyaan akan terus
ditampilkan sampai akhirnya didapatsuatu kesimpulan yang sesuai.
Development Engine
Development
engine merupakan bagian dari sistem pakar yang berfungsi sebagai fasilitas
untuk mengembangkan mesin inferensi dan penambahan basis pengetahuan yang
dilakukan oleh knowledgeengineer bersama – sama pakar.
Knowledge
engineer harus memiliki keahlian dalam mengerti bagaimana pakar
menerapkan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah, mampu mengekstraksi
penjelasanmengenai pengetahuan dan aturan yang baru dari pengalaman ia bekerja.
IV.ARSITEKTUR
SISTEM PAKAR
Sistem
pakar memiliki beberapa komponen utama, yaitu antarmuka pengguna (user
interface), basis data sistem pakar (expert sistem database), fasilitas
akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition mechanism), dan mekanisme inferensi
(inference mechanism). Selain itu ada satu komponen yang hanyaada pada beberapa
sistem pakar, yaitu penjelasan (explanation facility) (Martin dan Oxman, 1988).
Antarmuka pengguna adalah perangkat yang menyediakan media komunikasi antara
pengguna dan sistem. Basis data sistem pakar berisi pengetahuan setingkat pakar
pada subyek tertentu. Berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami,
merumuskan, dan menyeleseikan masalah.
Basis data ini terdiri dari 2 elemen dasar :
a. Fakta, situasi masalah dan teori terkait.
b. Heuristik khusus atau rules, yang langsung menggunakan
pengetahuan untuk menyeleseikan masalah khusus.Pengetahuan ini dapat berasal
dari pakar, jurnal, majalah, dan sumber pengetahuan yang lain.Fasilitas
akuisisi pengetahuan merupakan perangkat lunak yang menyediakan fasilitas
dialog antara pakar dengan sistem. Fasilitas akui sisi ini digunakan untuk
memasukkan fakta-fakta dan kaidah-kaidah sesuaidengan perkembangan ilmu.
Meliputi proses pengumpulan, pemindahan, dan perubahan dari
kemapuan pemecahan msalah seorang pakar atau sumber pengetahuan
terdokumentasi ke program komputer, yang bertujuan untuk memperbaiki dan
atau mengembangkan basis pengetahuan.Mekanisme inferensi merupakan pernakat
lunak yang melakukan penalaran denga menggunaka pengetahuan yang ada untuk
menghsilkan kesimpulan atau hasil akhir. Dalam komponen ini
dilakukan pemodelan proses berpikir manusia. Fasilitas penjelasan berguna
dalam memberikan penjelasan kepada pengguna mengapa koputer meminta suatu
informasi tertentu dari pengguna dan dasar apa yangdigunakan computer sehingga
dapat menyimpulkan suatu kondisi.
Ada 4 tipe penjelasan yang digunakan dalam sistem pakar,
yaitu (Schnupp, 1989):
a. Penjelasan mengenai jejal aturan yang menunjukan status
konsultasi.
b. Penjelasan mengenai bagaimana sebuah keputusan diperoleh.
c. Penjelasan mengenai bagaimana sistem menanyakan suatu
pertanyaan.
d. Penjelasan mengapa sistem tidak memberikan keputusan
seperti yang dikehendaki pengguna.
Arsitektur dasar dari sistem pakar dapat dilihat pada gambar
dibawah (Giarrantano dan Riley,1994): Memori kerja dalam arsitektur sistem
pakar merupakan bagian dari sistem pakar yang berisi fakta-fakta masalah yang
ditemukan dalam suatu sesi, berisi fakta-fakta tentang suatu masalah yang
ditemukandalam proses konsultasi.
V. AKUSISI
PENGETAHUAN
Akuisisi
pengetahuan adalah akumulais, transfer dan transformasi keahlian dalam
menyelesaikanmasalah dari sumber pengetahuan
ke dalam program computer. Dalam tahap ini knowledge engineer berusaha
menyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Menurut
Turban (1988), terdapat tiga metode utama dalam akuisisi pengetahuan yaitu :
1.
Wawancara
Wawancara
adalah metode akuisisi yang paling banyak digunakan. Metode ini melibatkan pembicaraan dengan pakar
secara langsung dalam suatu wawancara.
2.
Analisis
protocol
Dalam metode
ini pakar diminta untuk melakukan suatu pekerjaan dan mengungkapkan proses pemikirannya dengan
menggunakan kata-kata. Pekerjaan tersebut direkam, dituliskan dan dianalisis.
1.
Observasi
pada pekerjaan pakar
2.
Dalam
metode ini pekerjaan dalam bidang tertentu yang dilakukan pakar diobservasi.
3.
4.
Induksi aturan dari contoh
Dalam metode ini system diberi contoh dari suatu masalah
yang hasilnya telah diketahui. Setelahdiberikan beberapa contoh, system induksi
dapat membuat aturan yang benar untuk kasus contoh.Selanjutnya aturan dapat digunakan
untuk menilai kasus lain yang hasilnya tidak diketahui.Akuisisi pengetahuan
dilakukan sepanjang proses pembangunan system. Menurut Firebaugh
(1989) proses akuisisi pengetahuan dibagi ke dalam 6 tahap yaitu :
Identifikasi, Konseptualisasi, Formalisasi,Implementasi, Pengujian dan Revisi
Prototipe.
VI. TAHAPAN
PEMBUATAN SISTEM PAKAR
Dalam
mengembangkan sistem pakar ada 5 (lima) tahapan yang harus dilakukan menurut
SriKusumadewi (2003), yaitu :
a. Tahapan Identifikasi : Tahapan
identifikasi merupakan tahapan untuk menganalisa permasalahan yangada.
Ditentukan batasan masalah yang akan dianalisa, sistem pakar yang terlibat,
sumber daya yangdiperlukan dan tujuan yang akan dicapai.
b. Tahapan Konseptualisasi : Tahapan
konseptualisasi merupakan tahapan dimana pengetahuan dan pakar menentukan
konsep yang kemudian dikembangkan menjadi suatu sistem pakar. Dari konsep
tersebut
a. Tahapan formalisasi : Tahapan
formalisasi merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur –
unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa digunakan dalam sistem
pakar. Tahap ini jugamenentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan
struktur data yang digunakan pada sistem pakar.
b. Tahapan Implementasi : Tahapan
implementasi merupakan tahap yang sangat penting karena disinilahsistem pakar
yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.
c. Tahapan Pengujian : Tahapan
pengujian merupakan tahap dimana sistem akan dipakai dan diujikeakuratannya
serta kinerja sistemnya, sehingga didapat hasil yang efisien
BAB III
KESIMPULAN
Dari pengertian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
sistem pakar adalah suatu aplikasidari kecerdasan tiruan yang dapat
menyelesaikan masalah dalam bidang tertentu dan dapat bertindak sebagai
penasehat seperti seorang pakar dimana solusi atau jalan keluar yang dihasilkan
sistem pakar berkualitas seperti seorang pakar.
Daftar Pustaka
-gordon B. Davis (1998) Kerangka dasar Sistem
Informasi Manajemen: Pengantar Seri Manajemen No: 90. A, PT. Pustaka
Binaman Pressindo, 1988.
−
Prof.Dr.Onong Uchjana Effendy.M.A, SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN. Penerbit CV- Mandar Maju, Bandung, 1989.
−
McLeod, Raymond, Management Information System, 7th ed., Prentice Hall, NewJersey, 1998.
−
Kusumadewi, Sri. Artificial Intelligence Teknik dan Aplikasinya.
Yogyakarta :Graha Ilmu. 2003
−
Jeffrey D. Ullman,
Principles of Database and knowledge-Base Systems, Volume 2
,W H Freeman, 1999.
−
B.G. Buchaman and E.H. Shortliffe. Rule-Based
Expert Systems: The MYCINExperiments of the Stanford Heuristic Programming
Project. Addison-Wesley,1984
Tidak ada komentar:
Posting Komentar