Jumat, 08 Januari 2016

Sistem Pakar adalah



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas Kecerdasan Buatan yang ditugaskan selama dua minggu. System pakar merupakan cabang dari salah satu mata kuliah kecerdasan buatan.kami juga dalam proses membuat Implementasi yang terwujud aplikasi berbentuk desktop atau pun website. Dalam kontek yang lebih lanjut system pakar sulit dikembang karena sudah terpaku pada system yang sudah ada.

1.2 Rumusan Masalah

Dari makalah Sistem pakar timbul pertanyaan-pertanyaan:
1.Apa itu System Pakar itu?
2.Bagaimana cara kerja System Pakar?
3.Untuk apa system pakar?
4.Alasan menggunakan sistem pakar
5.  Ciri-ciri sistem pakar
6.   kelebihan dan kekurangan sistem pakar

1.3 Tujuan Penulisan:

Dalam Makalah ini terdapat berbagai tujuan antara lain:
1.Pembaca dapat mengetahui Sistem Pakar secara lebih detail.
2.Penulis dapat memenuhi tugas
3.Pembaca dapat menilai isi makalah Sistem Pakar ini

1.4 Manfaat penulisan:

Beberapa manfaat makalah system Pakar ini antara lain:
1.Untuk penambah wawasan bagi pembaca.
2.Sebagai referensi dalam kaitan-Nya dengan Sistem Pakar.
3.Untuk acuan dalam pelaksanaan implementasi Sistem Pakar

PEMBAHASAN

2.1. Defenisi Sistem Pakar
            Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan,penilaian,pengalaman,metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah. Misalnya seorang dokter, penasehat keuangan, pakar mesin mobil, dll.
            Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang,pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada junior.
            Sistem pakar adalah :  sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelasaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
            Sistem pakar diciptakan tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar tetapi memasyarakatkan pengetahuan dan pengalaman pakar tersebut. Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki oleh seorang pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain (nonexpert).
            Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi ( biasanya diberikan oleh pengguan suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.
            Sistem pakar memberikan banyak keuntungan bagi operasi perusahaan dan manajer, tetapi memiliki keterbatasan significan. Artificial intelliegence merupakan suatu aktivitas untuk menyediakan berbagai mesin seperti komputer dengan menampilkan perilaku dengan penalaran yang cerdas apabila diamati sebagai manusia artificial intelliegence menyajika berbagai aplikasi komputer yang canggih untuk menyamai berbagai jenis penalaran manusia.
            SP dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI tahun 1960-an. SP yang pertama adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon.

       Pengertian Sistem Pakar Sistem pakar atau Expert System adalah program yang berisi pengetahuan manusia atau bertingkah laku seperti manusia expert (manusia pakar) yang pada aplikasinya membantu menyelesaikan masalah – masalah didunia nyata. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan sekumpulan rule atau kaidah yang didapat dari pakar, lalu dijadikan pertanyaan – pertanyaan untuk mendapat solusi atau kesimpulan.

Berikut ini beberapa pengertian sistem pakar menurut beberapa orang ahli:

1. Menurut William Stubblefield dan George F. Lugger (1993), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu program yang dapat menirukan seorang pakar.
2. Menurut E. Fraim Turban (1992), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah sebuah program yang mengkomputerisasikan laporan yang mencoba untuk menirukan proses pemikiran dan pengetahuan dari pakar – pakar dalam menyelesaikan masalah.
3. Menurut Garratano dan Riley (1989), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Ciri – ciri Sistem Pakar

Sistem Pakar memiliki ciri – ciri :
1) Terbatas pada domain keahlian tertentu.
2) Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.
3) Dapat mengemukakan rangkaian alasan – alasan yang diberikan dengan cara yang bisa dipahami.
4) Berdasarkan aturan atau rule tertentu.
5) Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap agar bisa menghasilkan informasi yang lebi baik dan akurat.
6) Pengetahuan dan mekanisme penalaran jelas terpisah.
7) Keluarnya bersifat anjuran.




Bentuk Sistem pakar :
-          Berdiri sendiri. Sistem bentuk ini merupakan s/w yang berdiri sendiri tidak tergabung dengan s/w lain.
-          Tergabung. Sistem ini merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvesional)
-          Menghubungkan ke s/w lain. Bentuk ini biasanya merupakan SP yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu .
-          Sistem mengabdi. Sistem ini merupakan bagian dari komputer khusus yang digabungkan dengan suatu fungsi tertentu.


KEUNTUNGAN SISTEM PAKAR

Sistem Pakar memiliki beberapa keuntungan, yaitu :
1.      Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekrjaan orang ahli
2.      Menyederhanakan pekerjaan dan meningkatnya efesiensi kerja
3.      Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
4.      Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
5.      Meningkatkan output dan produktivitas
6.      Menigkatkan kualitas
7.      Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar
8.      Mampu beroperasi dalam lingkungan berbahay
9.      Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
10.  memiliki realibilitas
11.  meningkatkan kapabilitas system computer
12.  memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
13.  Sebagai media pelengkap dan pelatihan
14.  Meningkatkan kapabilitas dalam menyelasaikan masalah.
15.  Menghemat waktu dalam mengambil keputusan.




Kelemahan Sistem Pakar
Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan,yaitu :
1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dibidangnya.
3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.


2.2 TEORI SISTEM PAKAR 

Tiap-tiap orang mempunyai keahlian masing-masing yang mungkin satu orang dengan yang lainnya mempunyai keahlian berbeda, tergantung dari pengetahuannya masing-masing, ada yang ahli kimia, fisika, komputer, dokter dan lain sebagainya. Komputer dapat diprogram untuk berbuat seperti orang yang ahli dalam bidang tertentu. Komputer yang demikian dapat dijadikan seperti konsultan atau tenaga ahli di bidang tertentu yang dapat menjawab pertanyaan dan memberikan nasehat-nasehat yang dibutuhkan. Sistem demikian disebutdengan Sistem Pakar (Expert System).   Sistem ini dapat digunakan untuk bidang yang tertentu seperti misalnya mendeteksi penyakit, menganalisis kimia dan lain sebagainya. Sistem Pakar ini sangat berguna disebabkan masih langkanya orang yang berkualifikasi dalam bidang tertentu.  
A.    Salah satu sistem pakar yang pertama adalah MACYSMA yang digunakan untuk tugas matematika.
B.     Sistem pakar yang lainnya diantaranya adalah MYCIN untuk mendiagnosa penyakit infeksi pada darah,
C.     CADUCEUS untuk mendeteksi penyakit.
D.    PUFF untuk mengukur fungsi dari paru-paru,
E.     PROSPECTOR digunakan untuk memberikan nasehat dalam eksplorasi mineral,
F.      XCON yang digunakan perusahaan DEC untuk menggambarkan konfigurasi dari sistem komputer bagi para langganannya,
G.    DENDRAL untuk mengidentifikasikan struktur molekul suatu komposisi kimia dan lain sebagainya. Untuk mengembangkan sistem pakar, harus diciptakan terlebih dahulu suatu knowledge base atau dasar pengetahuan yangdibutuhkan oleh aplikasinya. Suatu knowledge base terdiri dari kumpulan data tertentu untuk permasalahan yang spesifik dan aturan-aturan bagaimana memanipulasi data yang tersimpan tersebut. Berbeda dengan database biasa ,knowledge base mungkin dapat juga terdiri dari asumsi-asumsi.
Kepercayaan-kepercayaan, pendugaan- pendugaan dan metode-metode heuristic (heuristic merupakan metode pemecahan masalah yang biasanyadilakukan secara trial and error atau secara rule of thumb). Untuk membuat knowledge base perencanaan sistem harus bekerja sama atau meminta nasehat dari ahli di bidangnya. Orang yang menciptakan sistem pakar disebut dengan knowladge engineer

I. KONSEP DASAR SISTEM PAKAR 

Konsep Dasar Sistem Pakar mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain :

siapa yang disebut pakar ?
apa yang dimaksud dengan keahlian?
bagaimana keahlian dapat ditransfer dan bagaimana sistem bekerja..?
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah. Pakar biasa memiliki beberapa konsep umum.

            Pertama, harus mampu memecahkan persoalan dan mencapai tingkat performa yang secara signifikan lebih baik dari orang kebanyakan.
            Kedua, pakar adalah relatif. Pakar padasatu waktu atau satu wilayah mungkin tidak menjadi pakar di waktu atau wilayah lain. Misalnya,mahasiswa kedokteran mungkin disebut pakar dalam penyakit dibanding petugas administrasi, tetapi bukan pakar di rumah sakit terkemuka.

Biasanya pakar manusia mampu melakukan hal berikut :

Mengenali dan merumuskan persoalan, Memecahkan persoalan dengan cepat dan tepat, Menjelaskan solusi tersebut, Belajar dari pengalaman, Menyusun ulang pengetahuan, Membagi-bagi aturan jika diperlukan, Menetapkan relevansi Keahlian adalah pengetahuan ekstensif yang spesifik terhadap tugas yang dimiliki pakar.Keahlian sering dicapai dari pelatihan, membaca, dan mempraktikkan. Keahlian mencakup pengetahuan eksplisit, misalnya teori yang dipelajari dari buku teks atau kelas, dan pengetahuan implicit yang diperoleh dari pengalaman.
Pengembangan sistem pakar dibagi menjadi dua generasi. Kebanyakan sistem pakar generasi pertama menggunakan aturan jika-maka untuk merepresentasikan dan menyimpan pengetahuannya.
 Sistem pakar generasi kedua jauh lebih fleksibel dalam mengadopsi banyak representasi pengetahuan dan metode pertimbangan.Pengalihan keahlian dari para ahli ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan (ke komputer), inferensi pengetahuan, dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar.

II. Alasan Penggunaan Sistem Pakar
            Terdapat beberapa alasan bagi suatu perusahaan untuk mengadopsi sistem pakar :
a)      Pakar di suatu perusahaan/instansi bisa pensiun, keluar, atau telah meninggal .
Suatu aplikasi sistem pakar dapat di perbanyak dan disebarluaskan dengan mudah dan cepat. Hal ini berarti telah memperbanyak jumlah pakar dan memperluas jangkauan aksesnya.
b)      Pengetahuan perlu di dokumentasikan atau di analisis.
Penyimpanan data-data pengetahuan kedalam database dengan lengkap dan terperacaya menyebabkan informasi yang dibutuhkan bisa di akses dalam jangka waktu yang cukup lama.
c)      Sistem pakar memungkinkan pengetahuan ditransfer lebih mudah dengan biaya lebih rendah.
Sehingga seseorang yang berkonsultasi dengan sistem tersebut seolah-olah berkonsultasi dengan pakar aslinnya.
d)     Sistem pakar dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan berbagai lokasi.
Efesiensi waktu, namun sistem atau orang biasa/awam yang terlibat di dalamnya bekerja layaknya seorang pakar.
e)      Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan seorang pakar.
f)       Seorang pakar mahal dan langka
Efesiensi kerja, karena sistem biaya yang dikeluarkan untuk perancangan , implementasi dan perawatan (maintenance) sistem pakar relatif lebih murah dan tidak mengenal sifat lelah/lupa dll. Hal ini berimbas pada meningkatnya produktivitas dan kinerja perusahaan.



III. KOMPONEN SISTEM PAKAR 

Dalam membangun sistem pakar dipengaruhi oleh beberapa komponen, yaitu :

1) Basis Pengetahuan ( Knowledge Base) Knowledge base merupakan inti program dari sistem pakar yang berisi representasi pengetahuan yang didapat dari seorang pakar. Komponen ini tersusun dari fakta yang berupa objek dan kaidah atau Rule yang merupakan informasi tentang cara bagaimana membangkitkan fakta baru dari fakta yang sudah ada.
2) Mesin Inferensi ( Interfence Engine) Mesin inferensi merupakan bagian yang mengandung mekanisme fungsi berpikir dan penalaransistem yang digunakan oleh seorang pakar, secara dedukatif mesin inferensi memiliki pengetahuan yangrelevan dalam rangka mencapai kesimpulan. Dengan demikian sistem ini dapat menjawab pertanyaan pemakai. Mesin inferensi memulai pelacakannya dengan kaidah – kaidah dalam basis pengetahuan danmenggunakan fakata – fakta yang ada dalam basis pengetahuan.
Ada 2 teknik yang menjadi dasar untuk  pembentukan mesin inferensi, yaitu :

 Forward Chaining  Forward Chaining 
adalah sebuah metode pelacakan kedepan, dimana diawali dari fakta – faktayang diberikan
user  kemudian dicari dibasis pengetahuan lalu dicari rule yang sesuai dengan fakta fakta.
Setelah itu diadakan hipotesa untuk memperoleh kesimpulan.Pencocokan fakta atau pernyataandimulai dari bagian sebelah kiri. Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu, laludicari rule yang sesuai dengan fakta – fakta yang diberikan untuk menguji kebenaran hipotesa.

 Backward Chaining  Backward Chaining 
adalah suatu teknik pelacakan yang dimulai dari sekumpulan kesimpulan,lalu hipotesa yang diinginkan, kemudian dengan mempergunakan kaidah – kaidah yang ada akan dicarisejumlah besar kondisi awal fakta – fakta yang mendukung kaidah – kaidah tersebut. Pencocokan faktaatau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan.Dengan kata lain, penalaran dimulai dari kesimpulan, lalu hipotesa terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesa tersebut harus dicari rule yang sesuai, lalu fakta yang ada dalam basis pengetahuan.



Antar Muka Pemakai (User Interface)
 User interface merupakan bagian sistem pakar yang berfungsi sebagai penghubung antar pemakai (user ) dengan sistem pakar, agar suatu program sistem pakar dapat dimanfaatkan oleh pemakaidiperlukan sebuah penghubung yang bertindak sebagai seorang konsultan dengan pemakai. Pada bagianinilah dialog antara pemakai dengan sistem pakar terjadi, dimana sistem pakar akan memberikan pertanyaan dan pemakai akan menjawab. Pertanyaan akan terus ditampilkan sampai akhirnya didapatsuatu kesimpulan yang sesuai.



Development Engine
 Development engine merupakan bagian dari sistem pakar yang berfungsi sebagai fasilitas untuk mengembangkan mesin inferensi dan penambahan basis pengetahuan yang dilakukan oleh knowledgeengineer  bersama – sama pakar.
 Knowledge engineer  harus memiliki keahlian dalam mengerti bagaimana pakar menerapkan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah, mampu mengekstraksi penjelasanmengenai pengetahuan dan aturan yang baru dari pengalaman ia bekerja.

IV.ARSITEKTUR SISTEM PAKAR 

Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama, yaitu antarmuka pengguna (user interface), basis data sistem pakar (expert sistem database), fasilitas akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition mechanism), dan mekanisme inferensi (inference mechanism). Selain itu ada satu komponen yang hanyaada pada beberapa sistem pakar, yaitu penjelasan (explanation facility) (Martin dan Oxman, 1988). Antarmuka pengguna adalah perangkat yang menyediakan media komunikasi antara pengguna dan sistem. Basis data sistem pakar berisi pengetahuan setingkat pakar pada subyek tertentu. Berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, merumuskan, dan menyeleseikan masalah.
Basis data ini terdiri dari 2 elemen dasar :
a. Fakta, situasi masalah dan teori terkait. 
b. Heuristik khusus atau rules, yang langsung menggunakan pengetahuan untuk menyeleseikan masalah khusus.Pengetahuan ini dapat berasal dari pakar, jurnal, majalah, dan sumber pengetahuan yang lain.Fasilitas akuisisi pengetahuan merupakan perangkat lunak yang menyediakan fasilitas dialog antara pakar dengan sistem. Fasilitas akui sisi ini digunakan untuk memasukkan fakta-fakta dan kaidah-kaidah sesuaidengan perkembangan ilmu. Meliputi proses pengumpulan, pemindahan, dan perubahan dari kemapuan pemecahan msalah seorang pakar atau sumber pengetahuan terdokumentasi ke program komputer, yang bertujuan untuk memperbaiki dan atau mengembangkan basis pengetahuan.Mekanisme inferensi merupakan pernakat lunak yang melakukan penalaran denga menggunaka pengetahuan yang ada untuk menghsilkan kesimpulan atau hasil akhir. Dalam komponen ini dilakukan pemodelan proses berpikir manusia. Fasilitas penjelasan berguna dalam memberikan penjelasan kepada pengguna mengapa koputer meminta suatu informasi tertentu dari pengguna dan dasar apa yangdigunakan computer sehingga dapat menyimpulkan suatu kondisi.
Ada 4 tipe penjelasan yang digunakan dalam sistem pakar, yaitu (Schnupp, 1989):
a. Penjelasan mengenai jejal aturan yang menunjukan status konsultasi. 
b. Penjelasan mengenai bagaimana sebuah keputusan diperoleh.
c. Penjelasan mengenai bagaimana sistem menanyakan suatu pertanyaan.
d. Penjelasan mengapa sistem tidak memberikan keputusan seperti yang dikehendaki pengguna.
Arsitektur dasar dari sistem pakar dapat dilihat pada gambar dibawah (Giarrantano dan Riley,1994): Memori kerja dalam arsitektur sistem pakar merupakan bagian dari sistem pakar yang berisi fakta-fakta masalah yang ditemukan dalam suatu sesi, berisi fakta-fakta tentang suatu masalah yang ditemukandalam proses konsultasi.

V. AKUSISI PENGETAHUAN
 
Akuisisi pengetahuan adalah akumulais, transfer dan transformasi keahlian dalam menyelesaikanmasalah dari sumber pengetahuan ke dalam program computer. Dalam tahap ini knowledge engineer  berusaha menyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Menurut Turban (1988), terdapat tiga metode utama dalam akuisisi pengetahuan yaitu :

1.      Wawancara
Wawancara adalah metode akuisisi yang paling banyak digunakan. Metode ini melibatkan pembicaraan dengan pakar secara langsung dalam suatu wawancara.

2.      Analisis protocol 
Dalam metode ini pakar diminta untuk melakukan suatu pekerjaan dan mengungkapkan proses pemikirannya dengan menggunakan kata-kata. Pekerjaan tersebut direkam, dituliskan dan dianalisis.
1.      Observasi pada pekerjaan pakar 
2.      Dalam metode ini pekerjaan dalam bidang tertentu yang dilakukan pakar diobservasi.
3.      4. Induksi aturan dari contoh
Dalam metode ini system diberi contoh dari suatu masalah yang hasilnya telah diketahui. Setelahdiberikan beberapa contoh, system induksi dapat membuat aturan yang benar untuk kasus contoh.Selanjutnya aturan dapat digunakan untuk menilai kasus lain yang hasilnya tidak diketahui.Akuisisi pengetahuan dilakukan sepanjang proses pembangunan system. Menurut Firebaugh (1989) proses akuisisi pengetahuan dibagi ke dalam 6 tahap yaitu : Identifikasi, Konseptualisasi, Formalisasi,Implementasi, Pengujian dan Revisi Prototipe.

VI. TAHAPAN PEMBUATAN SISTEM PAKAR 

Dalam mengembangkan sistem pakar ada 5 (lima) tahapan yang harus dilakukan menurut SriKusumadewi (2003), yaitu :
a.       Tahapan Identifikasi : Tahapan identifikasi merupakan tahapan untuk menganalisa permasalahan yangada. Ditentukan batasan masalah yang akan dianalisa, sistem pakar yang terlibat, sumber daya yangdiperlukan dan tujuan yang akan dicapai. 
b.      Tahapan Konseptualisasi : Tahapan konseptualisasi merupakan tahapan dimana pengetahuan dan pakar menentukan konsep yang kemudian dikembangkan menjadi suatu sistem pakar. Dari konsep tersebut
a.       Tahapan formalisasi : Tahapan formalisasi merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur – unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa digunakan dalam sistem pakar. Tahap ini jugamenentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan struktur data yang digunakan pada sistem pakar.
b.      Tahapan Implementasi : Tahapan implementasi merupakan tahap yang sangat penting karena disinilahsistem pakar yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.
c.       Tahapan Pengujian : Tahapan pengujian merupakan tahap dimana sistem akan dipakai dan diujikeakuratannya serta kinerja sistemnya, sehingga didapat hasil yang efisien


















BAB III
KESIMPULAN

Dari pengertian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pakar adalah suatu aplikasidari kecerdasan tiruan yang dapat menyelesaikan masalah dalam bidang tertentu dan dapat bertindak sebagai penasehat seperti seorang pakar dimana solusi atau jalan keluar yang dihasilkan sistem pakar  berkualitas seperti seorang pakar.



































Daftar Pustaka



-gordon B. Davis (1998) Kerangka dasar Sistem Informasi Manajemen: Pengantar Seri Manajemen No: 90. A, PT. Pustaka Binaman Pressindo, 1988.
 Prof.Dr.Onong Uchjana Effendy.M.A, SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Penerbit CV- Mandar Maju, Bandung, 1989.
McLeod, Raymond, Management Information System, 7th ed., Prentice Hall, NewJersey, 1998.
 Kusumadewi, Sri. Artificial Intelligence Teknik dan Aplikasinya. Yogyakarta :Graha Ilmu. 2003
Jeffrey D. Ullman,
 Principles of Database and knowledge-Base Systems, Volume 2
,W H Freeman, 1999.
B.G. Buchaman and E.H. Shortliffe. Rule-Based Expert Systems: The MYCINExperiments of the Stanford Heuristic Programming Project. Addison-Wesley,1984




Tidak ada komentar:

Posting Komentar